Operator Smartfren Telecom sudah bisa melakukan transisi migrasi frekuensi dari 1.900 MHz ke 2,3 GHz. Lantas, apakah hal ini akan berdampak pada pelanggan Smartfren?
Sebelum timbul kekhawatiran dari pelanggan, Smartfren memastikan bahwa pelanggannya tetap akan bisa menikmati layanan seluler CDMA seperti biasa di saat migrasi frekuensi dilakukan. Hanya saja memang ada yang harus disesuaikan, terutama dari sisi handset pelanggan.
Perpindahan frekuensi sudah bisa mulai dilakukan Smartfren sejak ditandatangani Peraturan Menkominfo untuk memuluskan migrasi tersebut. Realokasi akan dilaksanakan secara bertahap dan wajib diselesaikan selambat-lambatnya pada tanggal 14 Desember 2016.